Peta Ekonomi Indonesia Dalam peta ekonomi Indonesia, propinsi Kalimantan Barat adalah propinsi terkaya kelima di Negera Republik ini, namun ironisnya saat ini menjadi propinsi termiskin di Indonesia. Banyak faktor penyebab keterpurukan Kalbar, di antaranya yaitu kurangnya perhatian pemerintah pusat dan daerah, terjadinya kecemburuan sosial di antara penduduk Kalbar itu sendiri dan ini dijadikan sebagai alat devide it impera oleh kelompok atau orang tertentu agar mereka lebih leluasa memperdaya masyarakat Kalbar yang masih sangat jauh tertinggal dalam bidang ekonomi, pendidikan dan budaya. Banyak dari kelompok destroyer tadi menginginkan situasi demikian berjalan terus di bawah kontrol dankendali mereka. Menurut hasil sensus tahun 1998, penduduk etnis Dayak di Kalbar berjumlah 49 % dari total penduduk Kalbar yang berjumlah 3,3 juta jiwa. Dari 1,8 juta etnis Dayak tadi, 90 % masih berada di bawah garis kemiskinan, hampir 10 % tidak tamat SD dan hanya 1,5 % saja yang dapat masuk ke Perguruan Tinggi. Dapat dibayangkan betapa tragisnya nasib orang Dayak di Kalbar. Akankah mereka bernasib sama dengan etnis Indian di Amerika atau suku Aborigin di Australia? Selama 55 tahun Indonesia merdeka, belum banyak yang dapat negara berikan kepada suku ini. Bahkan jika dibandingkan dengan zaman penjajahan dulu orang Dayak sudah banyak yang mengenal pesawat telepon, tetapi justru di saat kita memasuki milenium baru banyak daerah yang belum terjangkau pembangunan secara infrastruktural. Hasil analisa kami, generasi muda Dayak, kondisi ini sengaja diciptakan oleh kelompok tertentu agar masyarakat Dayak tetap terpuruk di segala aspek kehidupan agar mereka tetap dapat ditindas baik secara ipoleksosbud, HAM dan hankam. Oleh karena itu melalui Forum ini kami ingin memperjuangkan kesetaraan dengan suku atau kelompok lain agar kami dapat merasakan arti kemerdekaan bangsa ini dari penjajahan. Kami sangat berharap pada saat yang akan datang tidak ada lagi kemiskinan dan kebodohan yang absolut di dalam masyarakat kami. Masyarakat merupakan pencerminan dan jiwa dari suatu bangsa atau negara, oleh karena hal tersebut maka apabila masyarakatnya berkembang secara tidak sehat, maka jelas bangsa atau negara tersebut akan sulit berkembang dengan baik, sehingga pemberdayaan masyarakat agar sejahtera lahir batin adalah hal yang mutlak sesuai dengan amanat UUD 45. Pekerjaan besar ini bukan merupakan kewajiban pemerintah saja, melainkan juga kewajiban seluruh lapisan dan potensi yang ada sehingga mempunyai rasa saling memiliki dan memelihara. Didasari kenyataan tersebut, maka masyarakat Dayak dari berbagai lapisan melihat perlu adanya suatu wadah berhimpun yang berfungsi untuk memberdayakan masyarakatnya yang notabene merupakan masyarakat tradisional, agar dapat menjadi subyek langsung serta berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan, sehingga dapat sejajar dengan suku bangsa lainnya di Indonesia. Sumber : http://www.library.ohiou.edu Semoga bermanfaat, kunjungi blog berikut : (http://beriam.blogspot.com & http://himdas.blogspot.com)