Tahun 2008 yang terlewatkan

Tahun 2008 baru saja kita lewati dan kini kita sedang memasuki tahun baru 2009. Ada banyak peristiwa dan pengalaman yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya, ada banyak pula berkat dan kesuksesan yang kita raih. Bagi sebagian diantara kita yang kebetulan tidak beruntung pada tahun 2008, tahun ini tentunya akan menjadi momen yang sangat berarti untuk memperbaiki kehidupan kita, memomen dimana kita harus lebih extra keras lagi berusaha, momen yang penuh tantangan karena pada tahun yang silam kita baru saja menghadapi krisis global. Krisis yang membuat kening/jidat kita seolah berkerut karena mahalnya harga kebutuhan pokok dan semakin banyaknya masalah yang kita hadapi. Ada PHK (pemutusan hubungan kerja) oleh para pengusaha/pelaku usaha, ada yang terbelit utang, ada yang kehilangan harta kekayaan dengan cepat karena pengaruh bursa perdagangan dan saham, ada juga yang semakin menderita karena situasi yang mereka hadapi sebelumnya.

Dengan melihat berbagai persoalan di atas, maka tidak salah jika tahun baru 2009 ini ada banyak orang yang ragu akan nasib dan masa depan mereka dan anak-anak serta keluarga mereka. Namun, di tahun baru 2009 ini juga akan ada banyak orang yang sangat menaruh harapan akan perbaikan kehidupan dan nasib mereka. Pada tahun ini juga dipastikan akan banyak orang menaruh harapan besar untuk perubahan yang lebih baik dan akan banyak orang bertanya akan nasib dan usaha mereka. Yang bisa dipastikan sekarang ada didepan mata kita semua, akan banyak orang yang menganggur dan kehilangan mata pencaharian/pekerjaan, akan banyak pula orang yang mencoba peruntungan dengan membuka lapangan kerja baru atau beralih menjalankan usaha baru. Masalah lain yang juga mungkin dapat timbul adalah masalah kelaparan dan kejahatan/tindak criminal yang diperkirakan akan semakin meningkat karena semua serba mahal, semua serba susah, semua serba, serba, serba, serba dan seterusnya…………………………..

Bagi sebagian diantara kita yang optimis, tahun 2009 merupakan tahun “kebangkitan”, tahun dimana kita harus survive, tahun dimana kita harus berjuang dan berusaha sekuat tenaga dan kemampuan yang kita miliki untuk meraih tujuan kita dan keinginan-keinginan kita, tahun dimana kita harusnya berpikir kreatif, tahun dimana kita diuji kemampuannya. Oleh karena itu, kalau boleh saya menyarankan “marilah pada tahun 2009 ini kita semua bangkit”, karena jika kita terus terlena dengan penderitaan kita pada tahun 2008 yang lalu atau membiarkan diri kita diam saja atau tidak mau berusaha untuk bangkit, maka pada tahun inipun kita akan mengalami hal yang sama yang sebelumnya kita rasakan. “Jangan jadikan hidup ini sebuah penyesalan karena penyesalan itu akan selalu ada meskipun kita sudah melakukan hal sebaik mungkin” ( Marterinus, SH ).