Gempa yang mengguncang Indonesia bagian timur baru saja dialami oleh warga Negara kita di Manok wari kab.Papua Barat. Gempa yang mengguncang Kabupaten tersebut berkisar 7,9 SR. Sungguh sangat memprihatinkan, ditengah kesulitan yang dialami oleh warga Negara kita yang notabene adalah bangsa Indonesia sendiri tidak terlihat adanya perhatian dari kita untuk mengumpulkan uang/membuka pos-pos penampungan dana untuk membantu warga di Papua. Hal ini, sangat bertolak belakang dengan perhatian kita terhadap permasalahan yang sedang terjadi di Palestina dan Israel. Dimana kita langsung bereaksi mengutuk keras tindakan Israel yang membombardir kawasan palestina tepatnya di jalur gaza dan sekitarnya. Kita langsung bereaksi membuka pos-pos dan mengumpulkan uang dan sumbangan serta mengirimkannya ke Negara tersebut. Bahkan sejumlah para relawan dari Indonesia sudah mulai diberangkatkan untuk membantu permasalahan yang sedang terjadi di Negara palestina, mengutuk dan mencaci maki bangsa Israel dan melakukan tekanan-tekanan terhadap perwakilan Negara yang berada di Indonesia, misalnya demo yang beberapa lalu di Kedutaan Besar Amerika serikat sampai penyegelan tempat/makanan yang berasal dari Negara Amerika.
Dalam hati saya yang paling dalam, saya sangat merasa sedih dan prihatin terhadap kondisi bangsa kita yang lebih peduli dengan kehidupan bangsa lain dari pada menyelesaikan permasalahan dalam bangsa kita (Indonesia). Adakah terpikir dibenak kita, bahwa di Negara kita ada begiru banyak anak yatim, penduduk miskin dan kelaparan, para pengemis dan orang jompo? Adakah keinginan kita untuk membantu mereka? Saya tidak bisa menjawab sebagian dari keprihatinan tersebut, karena itu saya ingin agar kita semua berpikir bagaimana situasi bangsa kita sendiri dan mencari solusi mengatasi permasalahan bangsa kita sendiri dulu. Bukan karena kita tidak peduli dengan penderitaan bangsa lain, akan tetapi lihatlah bangsa kita, apakah di Negara kita sudah tidak ada masalah dan apakah kita sudah melakukan hal terbaik buat bangsa dan Negara kita? Lalu mengapa, tidak kita selesaikan saja permasalahan yang ada dalam bangsa kita? Mengapa kita berani berkorban demi bangsa lain, tetapi demi bangsa kita kita tidak berani berkorban, seperti membantu warga kita di Manok Wari yang terkena gempa? Dan mengapa saat WTC diledakkan kita seolah diam saja, tidak mau membantu Amerika dan mengirimkan relawan kemanusiaan kenegara tersebut? Sedemikian bencikah kita terhadap Amerika serikat dan sekutunya dan sedemikian mampukah kita, sehingga kita benar-benar tidak lagi perlu mendapatkan bantuan dari Negara Amerika?
Kita semua tentu tidak dapat mengukur rasa nasionalisme hanya berdasarkan fakta/gambaran di atas, tetapi setidaknya cobalah kita introspeksi diri, siapa kita, siapa itu Amerika, Israeal, Palestina, bagaimana keadaan Negara kita, bagaimana permasalahan Negara kita dan bagaimana pula kita memajukan bangsa dan Negara kita? Adakah terpikir dibenak kita untuk lebih memajukan bangsa dan Negara kita dulu, membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Negara kita dan membuat bangsa kita cerdas, mandiri dan besar? Sadarkah kita, kalau banyak Tenaga kerja kita diperlakukan tidak manusiawi di Negara lain dan diperlakukan seenaknya, seperti sapi perahan?Tidakkah kita sadar, ada begitu banyak tenaga kerja wanita kita yang terpaksa harus pulang dengan tangan hampa, penyiksaan, kehamilan dan lainnya? Tetapi mengapa, disaat seharusnya kita menunjukkan nasionalisme kita, kita diam saja dan ketika Negara lain menghadapi masalah kita langsung bereaksi/bertindak? Apakah kita sudah terjerumus dalam propaganda Negara lain? Sadarlah, kita ini bangsa besar, bangsa Indonesia yang merdeka karena persatuan dan kesatuan kita, yang merdeka karena perjuangan dan pengorbanan nenek moyang kita, yang merdeka karena para pahlawan kita dan yang merdeka karena kita sadar bahwa kita harus bersatu penumpas penjajah di Negara kita, lalu mengapa semua itu seolah kita lupakan dan kita lebih tertarik untuk menyikapi permasalahan bangsa lain? Mari kita renungkan dan cobalah untuk berikir realistis, logis dan tanamkanlah rasa nasionalisme dalam bangsa dan Negara kita terlebih dahulu tanpa harus menutup diri untuk membantu dan bekerja sama dengan bangsa lain.
