MEMBACA beberapa komentar di forum ini mengenai Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat, dan suksesi yang baru saja berlangsung, terlepas dari penjelasan panjang yang disampaikan Bpk Hermanto Djuleng, SE, ingin rasanya mengucapkan Selamat dan sukses atas proses damai yang terjadi, semoga semua itu menjadi cermin kita semua untuk melangkah kedepan.
Sebuah bangsa yang kuat tak hanya dilihat dari kekuatan militer dan kemakmuran ekonomi semata, konon bila ingin memperkirakan kekuatan masa depan suatu bangsa lihatlah kualitas generasi mudanya. Untuk kegelisahan diatas saya hanya ingin mengajak Dewan Adat yang terhormat untuk juga meneropong kaum muda Dayak. Kaum muda yang merupakan bagian kaum muda Kalimantan Barat dan generasi Indonesia berikutnya.
Orang tua sering mengatakan generasi sekarang adalah generasi yang “ Tak mengerti adapt ”atau "tak tahu adat". Salahkah kami? Tak mudah menjawab
pertanyaan itu, sebab generasi sekarang adalah cermin pula dari generasi
sebelumnya. Sehingga kekurangan dan ketidak pahaman itu bukan merupakan sebuah kesalahan kelompok umur semata, tapi ia menjadi konsekwensi logis dari sebuah proses panjang. Kerangka negara plural dengan Imajinasi Indonesia sebagai kesatuan dengan kebudayaan yang baru pula: Kebudayaan Indonesia.
Untuk itu wajarlah kaum muda mengharapkan peranan Dewan Adat Dayak
Kalimantan Barat. Bapak-bapak yang dihormati oleh karena kualitasnya, yang sabar mendengar segala bentuk kegelisahan kaum muda, serta mau turun menjadi mitra dan pembimbing bagi kelangsungan budaya dan tradisi Dayak.
Kiranya ia akan menjadi lembaga yang rendah hati dan tegas dalam menyikapi segala perubahan dalam tatanan kebudayaan Dayak, berkaitan dengan eksistensinya sebagai etnis dengan sejarah panjang di Kalimantan Barat.
Permasalahan yang dihadapi mungkin akan kompleks dan berwarna, namun semua itu menjadi tantangan. Karena dalam perjalanannya sebagai bagian integral Republik ini eksistensi masyarakat Dayak banyak mengahadapi problem mendasar yang seolah menyiratkan kaum ini sedikit tertinggal oleh kereta pembangunan. Kesejahteraan, pendidikan,hiburan tak sehat, tanah adat, hutan yang dihabisi, sungai yang semakin cemar, dan lemahnya peranan kaum mudanya dalam kerja menjadi penjaga identitas ke”Dayak”an itu sendiri.
Tak berlebihan kiranya sebagai orang muda saya berharap banyak dengan adanya pembaharuan dan perubahan yang terjadi. Semoga saja Dewan Adat
Dayak Kalimantan Barat yang baru mampu menjadi bapak dan teman kami dalam sebuah perjuangan aktualisasi dan identitas diri. Sebagai Orang muda kami ingin menjadi bagian untuk diajak belajar dan mendapatkan ilmu baru. Bukan untuk menjadi fanatik dan etnosentris namun untuk bersiap menjadi warga negara yang tak bingung dengan identitas asalnya.Generasi memang akan berganti, dan bukankah sebaiknya kita menjadikannya proses estafet yang selalu menggairahkan?
Cornelis: Saya Tak Pernah Hambat Pembantukan PKR
-
FOTO: Ribuan guru se Kalbar mengikuti puncak peringatan HGN di Sintang yang
dihadiri Gubernur Cornelis.
===========
SINTANG--Gubernur Kalbar Drs. Cornelis,...
